Widget HTML Atas

Retinal Detachment atau Ablatio Retina : Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Retinal Detachment atau Ablatio Retina

Retinal Detachment

Mata merupakan jendela dunia semua orang tau istilah itu. Penting sekali bagi kita menjaga kesehatan mata dan menghindarinya dari hal-hal yang dapat merusaknya. Kerusakan mata dapat terjadi akibat kebiasaan ataupun kecelakaan yang tidak diduga – duga .

Salah satu kerusakan mata akibat trauma adalah renal detachment atau yang biasa disebut ablatio retina istilah ini mungkin sangat jarang di dengar tapi penting untuk diketahu.

Retinal detachment merupakan situasi kegawatdaruratan. Retinal detachment adalah suatu kondisi dimana bagiana mata terluar (koroid dan pigmen retina) terlepas dari neurosensory mata. 


Proses terjadinya retinal detachment 

Pada organ mata ada bagian luar dari mata yang disebut dengan koroid yang berfungsi untuk memberikan oksigen dan nutrisi kepada retina. Pada saat terjadi trauma pada mata maka akan mengakibatkan bagian luar mata terdorong ke bagian dalam yaitu lapisan neurosensory sehingga lapisan itu melekat pada koroid dan mengakibatkan terjadi pemberhentian pemberian oksigen dan nutisi pada retina kemudian, gejala- gejala mulai mancul.

Baca Juga : 5 Bahaya Kesehatan Akibat Kecanduan Gadget dan Solusinya

Penyebab terjadinya retinal detachment

  • Trauma ( robekan retina)
  • Infeksi ( penyusutan vitreous, jaringan parut pada retina)
  • Penyumbatan pembuluh darah bisa akibat cairan

Tanda dan gejala retinal detachment

  • Melihat cahaya kilat atau flash
  • Penurunan ketajaman penglihatan
  • Lapangan pandang yang terganggu (tertutup tirai)
  • Nyeri di sekitar atau di mata

Pengobatan  retinal detachment

Pembedahan Retinal Detachment

Sebelum pasien didiagnosa retinal detachment pada saat pemeriksaan tidak dianjurkan untuk makan dan minum sama sekali. Apakah retinal detachment dapat disembuhkan dengan obat? Tentu saja tidak.

Kondisi retinal detachment atau ablatio retina hanya dapat disembuhkan dengan tindakan pembedahan (regmatogen dan traksional). Tindakan pembedaan sebaiknya dilakukan sebelum 24 jam setelah diagnose retinal detachment.

Edukasi 

Apabila mata mulai terasa nyeri, pandangan kabur, adanya penurunan ketajaman dan pandangan seperti tertutup tirai itu merupakan gejala retinal detachment. Penderita dengan gejala retinal detachment dan  menderita penyakit lain seperti diabetes maka harus sesegera mungkin dilakukan pemeriksaan mata secara rutin agar tidak terlambat dilakukan pembedahan.

Apabila ablatio retina atau retinal detachment melekat pada macula maka kemungkinan memiliki prognosis (prediksi) terhadap hasil yang buruk.  

Tidak ada komentar untuk "Retinal Detachment atau Ablatio Retina : Penyebab, Gejala dan Pengobatannya"