Widget HTML Atas

5 Jenis Penyakit Mata Yang Sering Terjadi (Penyebab, Gejala dan Pengobatan)

Conjungtivitis

Merupakan keadaan yang paling sering terjadi pada conjuntiva mata. Conjungtivitis atau yang biasa dikenal dengan mata merah merupakan suatu keadaan dimana terjadi infeksi pada konjungtiva mata (inflamasi pda mata).

Tanda dan Gejala

Keadaan seperti ada benda asing pada mata
Rasa panas
Perasaan mata bengkak
Keinginan untuk menggucek mata akibat rasa gatal 
Mata tampak merah

Penyebab:

Bakteri , jamur, virus, protozoa yang masuk ke area mata secara lagsung maupun tidak langsung
Allergic seprti makanan , suhu , debu dan lainnya

Pengobatan 

Pengobatan dan tatalksana yang diberikan tergantung keparahan kasus
Hindari factor iritan (alergen)
Antibiotic tetes atau salep sesuai penyebab konjungtivitis (3-4 kali sehari selama 7 hari)

Hordeolum

Hordeolum dapat terjadi pada semua usia tanpa terkecuali. Hordeolum atau yang biasa kita kenal dengan bintitan. Hordeolum adalah suatu kondisi dimana terjadi sumbatan pada kelenjar di mata sehingga dapat dijumpai benjolan yang berisi abses pada bagian tepi palpebra mata. Penyakit ini pada umumnya dapat sembuh secara sendiri.

Tanda dan Gejala 

Dijumpai benjolan pada tepi palpebra
Benjolan tampak kemerahan
Nyeri pada benjolan dan sekitar benjolan
Ada atau tanpa riwayat trauma

Penyebab

Bakteri Staphylococcus aureus
Bakteri staphyloccus epidermidis.

pengobatan 

Kompres air hangat ( 4 kali dalam satu hari . setiap kali kompres 10 menit)
menjaga kebersihan daerah mata
Antibiotik topical contoh Gentamicin

Katarak

Katarak merupakan penyakit pada mata yang paling sering dialami oleh usia lanjut meski tidak dipungkiri katarak dapat juga terjadi pada bayi (katarak kongenital). Katarak adalah keadaan dimana saat melihat objek, cahaya yang diteruskan ke mata tidak dapat diteruskan kembali ke retina dan mengakibatkan penurunan penglihatan

Tanda dan Gejala : 

Penurunan penglihatan
Penglihatan seperti berawan
Adanya factor resiko 

Penyebab dan Faktor Resiko katarak

Degenerasi sel-sel pada mata 
Trauma benda tumpul maupun benda tajam
Stres oksidatif
Radikal bebas
Penyakit sistemik misalnya Diabetes Melitus
Kebiasaan buruk seperti merokok dan minuman keras
Kelainan bawaan lahir (kongenital)
malnutrisi

Pengobatan :

Sampai saat ini dari seluruh hasil penelitian yang dilakukan masih belum ditemukan obat yang dapat mengobati bahkan memperlambat katarak. Satu-satunya pengobatan atau tatalaksana pada pasien katarak adalah pembedahan

Ablatio Retina


Ablatio Retina paling sering dialami oleh pasien dengan riwayat traum. Ablatio Retina adalah kondisi dimana lapisan epitel pigmen retina terlepas yang menyebabkan keadaan kegawatdaruratan yang harus segera ditangani.

Tanda dan gejala 

Lapangan pandang terganggu
Mata seperti melihat kilat atau flas
Penurunan penglihtan
Nyeri pada mata

Penyebab

Trauma (riwayat trauma)
Infeksi
Penyumbatan pembuluh darah

Pengobatan 

Karena Ablatio Retina merupakan keadaaan kegawatdaruratan maka tidak ada pengobatan yang diberikan tetapi tindakan operasi seperti vitrektomi pars plana. Pasien diminta untuk tidak makan dan minum menjelang operasi. 

Glaukoma

Glaukoma adalah suatu kondisi peningkatan tekanan yang terjadi akibat kerusakan saraf pada bagian intraocular. Glaukoma dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu Glaukoma sudut terbuka (paling sering) dan Glaukoma sudut tertutup ( jarang ). Glaukoma merupakan penyakit yang paling banyak dan paling sering menyebabkan kebutaan.

Tanda dan gejala

Gangguan penglihatan
Nyeri dan merah pada mata
Saat melihat cahaya terang tampak seperti pelangi
Sakit kepala , mual  dan muntah (akut)

Penyebab

Kontak langsung maupun tidak langsung terhadap zat kimia
Infeksi bakteri, jamur dan virus
Penyumbatan pembuluh darah

Pengobatan

Pemberian obat tetes seperti pilocarpine, latanoprost dan betaxolol
Pada situasi tertentu dapat juga dilakukukan
Terapi laser seperti trabeculoplasty, iriodotomy dan cyclophotocoagulation
Operasi seperti trabeculectomy

Tidak ada komentar untuk "5 Jenis Penyakit Mata Yang Sering Terjadi (Penyebab, Gejala dan Pengobatan)"