Widget HTML Atas

Resiko Akibat Kekurangan Sinar Matahari


Di zaman modern ini dengan berkembangnya kemajuan teknologi, sanga tmembantu kita lebih efisien dalam hal waktu. Jika kita ingin belanja sesuatu, kita tinggal memesan lewat aplikasi hanya dengan menggunakan jari.

Berbeda dengan zaman dulu. Ketika kita ingin berbelanja sesuatu, kita harus keluar rumah. Berjalan kaki, misalnya atau naik sepeda. Kalau sekarang, Anda tinggal menggunakan aplikasi. Ataupun kalau Anda harus keluar rumah pastinya menggunakan kendaraan, mobil misalnya.

Sebenarnya ini baik utnuk membantu kita agar lebih efisien. Tapi sisi negatifnya atau sisi buruknya adalah kita menjadi jarang keluar rumah dan kalapun keluar rumah kita menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Sehingga kita kurang mendapatkan atau kurang terpapar sinar matahari.

Dulu kita semua pernah belajar di sekolah dasar bahwa ketika kita berjemur atau terkena sinar matahari maka tubuh kita akan mendapatkan vitamin D. Namun masih bayak yang salah paham. Mungkin mereka menganggap bahwa sumber vitamin D adalah matahari.

Sebenarnya, bukanlah mataharilah yang mengandung vitamin D. Tetapi dengan bantuan sinar matahari, maka tubuh kita bisa memproduksi vitamin D dengan sendirinya. proses ini dimulai dari rusaknya cincin B pro-Vitamin D3 "7-dehydrocholesterol" atau disingkat (7-DHC) oleh sinar UVB dengan spektrum 280-315 nm.

Jadi, inilah yang membentuk pre-D3. Kemudian mengalami proses isomerisasi menjadi vitamin D3. Jadi prosesnya seperti itu, dan berlangsung di dalam kulit kita. Anda tidak perlu bingung dengan penjelasan saya tadi. lebih gampangnya seperti ini. Dengan bantuan sinar matahari yang menyentuh kulit kita.

Pada sinar matahari terdapat pro vitaminD yang akan di ubah menjadi vitamin D di dalam kulit. Tetapi tentunya dengan bantuan sinar matahari. Mungkin Anda bertanya 'saya harus berjemur jam berapa dok?' Jadi anda harus terkena jam 10 pagi sampai jam 3 sore. Pilihlah waktu yang tepat untuk Anda.

Ketika Anda berjemur atau ketika anda mencari sinar matahari, usahakan menggunakan topi, jangan menggunakan payung, baju lengan panjang atau celana panjang. Sebaiknya Anda menggunakan lengan pendek atau tanpa lengan, kemudian celanan pendek supaya kulit Anda terkena sinar matahari.

Anda jangan berfikir "saya ingin berjemur". Supaya tidak gosong, Anda menggunakan sunblock atau menggunakan payung jadi itu sama saja. Kulit Anda tidak akan terkena sinar matahari. jadi itu adalah masalah waktu. Dari 5 menit sampai 30 menit.

Lalu, kenapa ada yang hanya 5 menit dan ada yang sampai 3 menit? Dari 5 ke 30 itu waktunya 6 kali lipat. Jadi saya ingin menjelaskan terlebih dahulu. Setiap orang pigmentasi kulitnya berbeda-beda. Ada yang pigmentasinya sedikit ada juga yang lebih banyak.

Jadi pigmentasi ini seperti halnya payung alami pada kulit untuk mencegah sinar matahari menembus kulit. Jika sinar matahari sampai 7-DHC yang saya sebutkan sebelumnya otomatis sinar matahari tidak bisa di ubah menjadi vitamin D3.

Bagi orang tua, kadar 7-DHCnya juga sudah mulai menurun. Jadi, orang tua membutuhkan sinar matahari atau berjemur lebih lama daripada orang dewasa muda. Karena kadar 7-DHCnya sudah berkurang hingga 70%.

Tidak ada komentar untuk "Resiko Akibat Kekurangan Sinar Matahari"